RUMAH TAHFIZH – KQS

Muliakan santri dan guru penghafal qur'an

Menjadi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an Yang Terkemuka dan mandiri

Kauny Quranic School
2012-Sampai Saat ini

Apa Itu Kauny Quranic School?

Kauny Quranic School merupakan lembaga pendidikan non formal
berbasis keagamaan di bawah naungan Lembaga Yayasan Askar
Kauny. Sebagai Lembaga pendidikan islam Kauny Quranic School
memiliki tujuan utama yaitu berikhtiar semaksimal mungkin untuk
dapat mewujudkan generasi islam yang memiliki kemantapan
akidah al-islamiyah, ber-akhlakul karimah dan memiliki keteguhan
dalam menjalankan syariat islam yang berhaluan ahlussunnah wal
jamaaah, serta mewujudkan generasi islam qur’ani yang cerdas
dalam penguasaan IPTEK, tangguh dan mandiri dalam menghadapi
era globalisasi.

Program Kami

Beasiswa Pendidikan Santri Rumah Tahfizh KQS

“Sekolahku bukan sekolah negeri atau sekolah favorit, pengetahuan umumku jauh lebih rendah dari mereka yang sekolah di luar sana, orang tuaku tidak punya banyak biaya untuk studiku dan aku minder gagap teknologi.”

Banyak di antara mereka yang memiliki impian tidak hanya ingin menjadi kyai, ulama atau ustadz namun mereka berharap bisa menjadi seorang ulama yang intelek ‘.

Sedekah Guru Tahfizh Askar Kauny

Rumah Tahfizh Kauny Quranic School memiliki 435 guru tahfizh yang membimbing santri rumah tahfizh dalam menghafal Al Qur’an. Mereka tetap semangat dalam mengajar walau keadaan ekonomi mereka yang kurang baik.

Yuk kita dukung mereka agar mereka semakin semangat dalam mengajar Al Qur’an.

Sedekah Beras Untuk 1500 Santri Yatim Dhuafa

Manfaat sedekah bukan hanya dapat meringankan beban bagi yang menerimanya melainkan juga bermanfaat bagi kelangsungan hidup yang diterima. Allah sangat memuliakan orang-orang yang bersedekah dan menyediakan balasan-balasan yang sangat besar.

Sedekah beras dapat meringankan beban hidup keseharian dan memotivasi anak-anak santri dalam belajar

Impact Stories

Santri mualaf yang tertarik menghafal Al-Qur'an Sejak Usia 9 tahun

Sahabat Quran, yuk kenalan dengan Alweys Iriyani Laia. Santri KQS (Kauny Quranic School) Rumah Anak Sholeh (RAS) Padang yang biasa disapa Alweys ini dulunya adalah seorang mualaf. Namun ia tertarik menghafal Al-Qur’an sejak usia 9 tahun. Alhamdulillah Alweys telah menuntaskan hafalan juz 30nya dan saat ini sedang menuntaskan juz 29.

 

“Alweys ini ayah kandung nya sudah meninggal. Di usia mau masuk SD, ibunya menikah lagi dan disana lah beliau sekeluarga mualaf,” Jelas Ummu Desi, pengurus KQS Ummu Ranaa di Padang.

Beliau mengatakan bahwa Alweys termasuk keluarga dhuafa. Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga dan ayah sambungnya bekerja serabutan. Namun hal tersebut tak mengurungkan semangatnya menghafal Al-Qur’an sejak kecil. Alweys ternyata sudah sejak Februari telah mengikuti KQS RAS dan berkeinginan masuk pesantren.

“Beliau sangat berminat sekali masuk pesantren. Sekarang tamat SD. Namun belum ada biaya. Setiap hadir ke Rumah Tahfizh RAS, beliau selalu cerita pengen masuk pesantren,” sambung Ummu Desi.

Perjuangan ibunda jadi semangat utamanya menghafal Al-Qur'an

Sahabat Quran, yuk kenalan dengan Irsyad Aulia Rahman. Santri Rumah Tahfizh KQS Ummu Ranaa asal Padang yang kerap disapa Irsyad ini memiliki perjuangan dan semangat yang luar biasa untuk menghafal Al-Qur’an. Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, Irsyad telah mengantongi hafalan 1 juz.

Bisa dibilang, Irsyad adalah seorang anak yang survive dalam sebuah rumah tangga yang tak utuh lagi. Menurut penjelasan ustadzahnya, di usia yang masih kecil dulu, ayah dan ibunya berpisah dengan berbagai macam permasalahan. Berikut keadaan ekonomi yang prihatin karena ibunya berjuang sendirian. Namun berkat kesabaran dan perjuangan seorang ibu, Irsyad dan adiknya tumbuh menjadi anak yang patuh dan cinta Al-Qur’an.

“Mama Irsyad tetap semangat mengantarkan anaknya ke tahfizh (KQS Ummu Ranaa) walau jaraknya jauh. (Meskipun) dengan berbagai persoalan ekonomi yang di hadapi mamanya (sendirian),” Jelas Ummu Desi, pengurus KQS Ummu Ranaa.

Perjuangan ibunda Irsyad memang besar. Meskipun dari keluarga dhuafa, ia tetap ingin anaknya mendapatkan ilmu agama yang baik. Dan semuanya terwujud dengan sosok Irsyad dan Gina (adiknya) tumbuh menjadi anak yang santun dan ramah. Serta tetap menghafal Al-Qur’an.

“Terkadang (Irsyad) sering pulang tahfizh telat dijemput. Namun, mereka tetap sabar menunggu di Rumah Tahfizh dan tidak patah semangat,” kata Ummu Desi. Beliau melanjutkan, ” Ummi sering menyebutnya, Irsyad yang santun dan ramah.”

Partners