RUMAH TAHFIZH – KQS

Kisah Inspiratif Santri

Sahabat Quran, yuk kenalan dengan Alweys Iriyani Laia. Santri KQS (Kauny Quranic School) Rumah Anak Sholeh (RAS) Padang yang biasa disapa Alweys ini dulunya adalah seorang mualaf. Namun ia tertarik menghafal Al-Qur’an sejak usia 9 tahun. Alhamdulillah Alweys telah menuntaskan hafalan juz 30nya dan saat ini sedang menuntaskan juz 29.

“Alweys ini ayah kandung nya sudah meninggal. Di usia mau masuk SD, ibunya menikah lagi dan disana lah beliau sekeluarga mualaf,” Jelas Ummu Desi, pengurus KQS Ummu Ranaa di Padang.

Beliau mengatakan bahwa Alweys termasuk keluarga dhuafa. Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga dan ayah sambungnya bekerja serabutan. Namun hal tersebut tak mengurungkan semangatnya menghafal Al-Qur’an sejak kecil. Alweys ternyata sudah sejak Februari telah mengikuti KQS RAS dan berkeinginan masuk pesantren.

“Beliau sangat berminat sekali masuk pesantren. Sekarang tamat SD. Namun belum ada biaya. Setiap hadir ke Rumah Tahfizh RAS, beliau selalu cerita pengen masuk pesantren,” sambung Ummu Desi.

Sahabat Quran, yuk kenalan dengan Irsyad Aulia Rahman. Santri Rumah Tahfizh KQS Ummu Ranaa asal Padang yang kerap disapa Irsyad ini memiliki perjuangan dan semangat yang luar biasa untuk menghafal Al-Qur’an. Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, Irsyad telah mengantongi hafalan 1 juz.

Bisa dibilang, Irsyad adalah seorang anak yang survive dalam sebuah rumah tangga yang tak utuh lagi. Menurut penjelasan ustadzahnya, di usia yang masih kecil dulu, ayah dan ibunya berpisah dengan berbagai macam permasalahan. Berikut keadaan ekonomi yang prihatin karena ibunya berjuang sendirian. Namun berkat kesabaran dan perjuangan seorang ibu, Irsyad dan adiknya tumbuh menjadi anak yang patuh dan cinta Al-Qur’an.

“Mama Irsyad tetap semangat mengantarkan anaknya ke tahfizh (KQS Ummu Ranaa) walau jaraknya jauh. (Meskipun) dengan berbagai persoalan ekonomi yang di hadapi mamanya (sendirian),” Jelas Ummu Desi, pengurus KQS Ummu Ranaa.

Perjuangan ibunda Irsyad memang besar. Meskipun dari keluarga dhuafa, ia tetap ingin anaknya mendapatkan ilmu agama yang baik. Dan semuanya terwujud dengan sosok Irsyad dan Gina (adiknya) tumbuh menjadi anak yang santun dan ramah. Serta tetap menghafal Al-Qur’an.

“Terkadang (Irsyad) sering pulang tahfizh telat dijemput. Namun, mereka tetap sabar menunggu di Rumah Tahfizh dan tidak patah semangat,” kata Ummu Desi. Beliau melanjutkan, ” Ummi sering menyebutnya, Irsyad yang santun dan ramah.”